Senin, 26 Mei 2008

Six Sigma Green Belt Public Training

BpXcellence Six Sigma Green Belt PUBLIC TRAINING
Sustainability through Six Sigma Methodology

Hotel Mulia Senayan - Jakarta, 4 – 8 Agustus 2008


Fasilitator

************
Nanang Eko Raswandi
BpXcellence Principal, Six Sigma Master Black Belt
A. Yusron
BpXcellence Senior Consultant, Six Sigma Master Black Belt, Managing Partner of Benefitz Consultant

Latar Belakang
*****************

Six Sigma sampai saat ini tetap menjadi bahan pembicaraan di dunia bisnis sebagai salah satu leading method untuk business improvement serta transformasi perusahaan. Success story implementasi Six Sigma di berbagai perusahaan kelas dunia seperti General Electric (GE), Motorola, 3M, Toshiba, Samsung, LG, Lufthansa, Citibank, dan lain-lain menjadi bukti betapa Six Sigma mampu menjawab berbagai tantangan serta menjadi solusi terbaik bagi manajemen.

Selain merupakan tools dalam memobilisasi inisiatif kualitas menggunakan metodologi perbaikan berkelanjutan untuk mencapai produk atau jasa yang defect-free, Six Sigma turut pula memberikan sumbangsih sebagai penyelaras di manajemen dalam pola pikir dan perencanaan serta merupakan kunci yang efektif dalam pemecahan masalah di perusahaan.

Keuntungan lainnya Six Sigma akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam hal result (efektivitas) dan biaya (efisiensi). Juga dalam pembentukan budaya perusahaan yang profesional dan customer-oriented dalam memenuhi tuntutan dan harapan pelanggan.

Alasan Mengikuti Training Ini
*************************************

  1. Salah satu kunci keberhasilan perusahaan-perusahaan yang menuai sukses di dunia adalah kejelian mereka dalam mengambil kesempatan untuk terus-menerus belajar, berdiskusi dan melakukan perbandingan dengan pelaku bisnis terbaik. Sharing dengan praktisi dan pakar Six Sigma mengenai keunggulan Six Sigma sebagai business improvement initiative dengan filosofi yang melandasinya, merupakan kesempatan terbaik.
  2. Salah satu pembahasan utama dari training ini adalah mengupas secara lengkap hubungan antara Six Sigma dengan business process serta penerapannya agar tercapai sustainability.
  3. Praktek training menggunakan software Minitab dan studi kasus. Untuk itu, diharapkan setiap orang membawa laptop dan kasus aktual untuk lebih memperlancar training.
  4. Event yang bermanfaat untuk melakukan best practice sambil berbagi dengan sesama peserta/praktisioner yang berasal dari berbagai industri yang berbeda seperti Manufacturing, Banking, Services, dan lain-lain.

Apa yang Anda Peroleh setelah Mengikuti Training?
****************************************************************

  • Mengerti mentalitas dasar yang harus dimiliki dalam melaksanakan metodologi perbaikan berkelanjutan
  • Mengerti konsep perbaikan berkelanjutan menggunakan metodologi Six Sigma, terutama D-M-A-I-C (Define-Measure-Analyze-Improve-Control)
  • Mengetahui penggunaan tools yang ada di Six Sigma
  • Mengetahui cara pengaplikasian software Minitab terhadap tools Six Six Sigma
  • Mampu merubah paradigma peserta mengenai arti dari kualitas dan kepuasan pelanggan, serta menjadi penggerak perubahan di dalam perusahaannya.

Siapa Saja Peserta Training ini?
****************************************

  • Middle-to-top manager dari seluruf fungsi/departemen yang ada di perusahaan
  • Quality Improvement Team atau yang bekerja dalam proyek Quality Improvement
  • Perwakilan Manajemen Perusahaan
  • Mahasiswa Sekolah Bisnis

Bahasan Training
**********************

Hari ke-1
  • Apa itu Six Sigma, konsep, metodologi dan sejarahnya
  • Six Sigma sebagai inisiatif strategis
  • Menangkap kebutuhan konsumen ‘yang sebenarnya’
  • Mengartikan VOC (Voice of Customer) menjadi CTQ (Critical-to-Quality)
Hari ke-2
  • Cara memastikan validasi data yang diperoleh
  • Langkah-langkah pengumpulan data
  • Menghitung kapabilitas proses dan sumber variasi
Hari ke-3
  • Mengidentifikasi solusi terbaik dan konfigurasi terbaik menggunakan DOE (Design of Experiment)
Hari ke-4
  • Cara memastikan agar implementasi dilakukan dengan benar dan sustained
Hari ke-5
  • Workshop

Waktu dan Tempat
************************

Pelatihan akan diselenggarakan selama 5 (lima) hari, pada:
Tanggal : 4 – 8 Agustus 2008
Jam : pkl. 08.30 - 17.00
Tempat : Casablanca Room, Hotel Mulia Senayan
Jl. Asia Afrika Senayan
Jakarta 10270
Tel: (62) (21) 574 7777 Fax: (62) (21) 574 7888

Informasi dan Pendaftaran
*********************************

BpXcellence
A Division of PT. Transforma Global
Jl. HR Rasuna Said X-7 Kav. 5
Jakarta 12940
Website: http://transformaglobal.com/bpx/
e-mail: bpx@transformaglobal.com
Phone: (62) (21) 300 14 999
Fax : (62) (21) 300 14 988
Contact Persons: Reshky / Deni

Investasi
***********

Biaya training pada program ini Rp 8.500.000/peserta meliputi;
Sertfikat GB Training, Minitab software demo version, training kit, lunch, 2X coffee break + snack
  • Diskon 20% orang pertama dan kedua, diskon 30% bagi orang ketiga dan keempat, serta gratis bagi orang kelima untuk pendaftaran grup sampai tanggal 31 Mei 2008
  • Diskon 15% orang pertama dan kedua, diskon 25% bagi orang ketiga dan keempat, serta 75% bagi orang kelima untuk pendaftaran grup dari tanggal 1 s/d 30 Juni 2008
  • Diskon 20% bagi orang ketiga dan keempat, serta 50% bagi orang kelima untuk pendaftaran grup dari tanggal 1 s/d 31 Juli 2008

Metode Pelatihan
**********************

Metode berikut ini akan dipergunakan dalam pelatihan ini:
  1. Pelatihan dalam kelas, interaksi dan diskusi
  2. Exercise
  3. Workshop

Cara Pembayaran
**********************

Pembayaran dapat dilakukan melalui rekening sbb;
PT. Transforma Global
Bank Account no:070-1132-912
Bank Permata Cabang Plaza Mutiara
Jakarta – Indonesia

Bukti pembayaran dikirim lewat e-mail ke bpx@transformaglobal.com atau lewat fax ke (021) 300 14 988 maksimal 1 (satu) hari setelah transfer

Beberapa Testimoni dari Peserta Training Kami
************************************************************

“...Excellent training experience bersama dengan BpX! Teori dan praktek yang cukup berimbang disertai dengan Statistical Software Practices memberikan value-added dalam deployment Six Sigma initiative di perusahaan kami...”

(Usep Sugiana, Six Sigma Project Manager/Six Sigma Black Belt at PT Lemindo Abadi Jaya, Ketua Juri Triputra Improvement Forum (TIF) III-2008)
“...BpXcellence has been an excellent consultant to work with. They brought their broad knowledge & experience to our multi-sector business and share it without hesitation. The Six Sigma class has never been this exciting, with powerful tools and template ready to use. I found a crystal clear understanding about Six Sigma within the training program. It’s a very good learning experience...”

(Imam Wahyudi, Six Sigma Black Belt, Internal Consultant for Business Process untuk PT. Austindo Nusantara Jaya)
“...Trainer menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dimengerti serta dilengkapi dengan latihan studi kasus yang relevan dengan bisnis kami...”

(Ahmad Budi Sahputra, Six Sigma Green Belt, Card Activation Manager at PT Indosat, Tbk)

Label:

Kamis, 24 April 2008

Kasus yang Ditangani oleh L part 6

Sang penyelamat tiba! (tet tet tetet)… Hormat pada Yang Mulia! (Oops, salah setting) Ya, sang penyelamat telah tiba. Dia datang dari luar angkasa, untuk menyelamatkan seluruh penghuni rumah Galerian (termasuk juga penulis sendiri) dari amukan sang makhluk durjana Bakwan. Demi membela cinta dan keadilan, Sailormom n Sailordad!!!
Cosplay sebagai Sailormom = Snow (WOW!)
Cosplay sebagai Sailordad = Irye (HOEEEEKKK…)
Sailormom : Jangan takut, kami datang untuk membasmi kejahatan dan keangkara murkaan. Aku, Sailormom!!! (sambil memberikan senyuman cute yang bikin semua laki-laki jatuh pingsan)
Sailordad : Sama dech, kayak Sailormom. Ughu… (juga memberikan senyuman “cute” sambil goyang pat-pat nan aduhai yang bikin semua orang muntah berjamaah)

Dan semua yang ada di rumah itu pada bengong, tak tahu harus bicara apa. Semua rasa ada; ada manis, asem, asin (Hmm, nano-nano). Senang liat Snow dengan kostum sailor yang ehem, sexy bo! Dan juga nahan pengen muntah liat Irye dengan kostum sailor yang jijay abiiiissss…
Bakwan : Oh, nona Snow. Dan pak waliko… (menahan tawa) ta… (mulai gak tahan) Iry… Gyahahahahahaha… (Irye : Puas! Puas!) Waduh, parah amat dach dandanan pak walikota! (dan semua ikut tertawa, hahahahaha)
Irye : (menyanyi) I started to cry, when started the whole world laughing… Puas!!! (dan langsung mencampakkan kostum najis trilili itu ke tanah)
L : Siap, pak walikota! Kami di sini sedang menyelidiki kasus pembunuhan terhadap Tn. Galerian. Dan sejauh ini, sudah ada 3 orang saksi. Yaitu anak laki-laki korban Supitsu (Supitsu : That’s me!), istri tua korban Tarou van Houten (Tarou : Ik bukan merk tjoklat!) dan sekretaris korban Areen (Areen : Yeah! Come to momma, baby)
Irye : Oh, mati ya. Syukur dech! Kota kita jadi aman sentausa kerana encik Galerian …
Snow : Psst, pak walikota jangan jujur ngaku gitu dong. Ingat pak, wibawa!
Irye : Iya, saya juga tahu. Buku udah saya bawa (Snow : Yeh, bolotnya kambuh). Yah, saya juga turut berbelasungkawa atas kematian suami anda, Ny. Tarou (memegang tangan sang “Nyonya”)
Bakwan : Ehm, itu bukan tangan Ny. Tarou pak! Itu tangan saya sendiri (seketika melepas jabatan tangan Irye dan langsung disterilisasi, takut kena virus Ebola)
Irye : (jaga gengsi) Ehem, ya… maksud saya, tolong sampaikan jabat tangan saya kepada Ny. Tarou.
L : Pak walikota emang pinter, pinter ngeles.

Snow menoleh ke arah Bakwan, Bakwan pun menjadi salting. Hatinya berbunga-bunga, serasa melayang bagaikan terbang ke awan. Lalu ia menyuruh para anak buahnya, segera memainkan lagu kesukaannya. Dan irama Bollywood pun mengalun, dung tarak dung dut. Dan Bakwan pun bergaya ala Se Rok Kan (plesetan Shah Rukh Khan)
Bakwan : Tumpah teu bahe… (n the gals sez : Aaaah, aaahh…) Tumpah teu bahe, nginuman jahe. Aduh eta jahe jahe, asa bau wc… (langsung menggapai batang pohon dan berputar-putar, laksana kisah Shah Rukh Khan n Kharisma Kapoor)
Snow : (agak terbata-bata) Ehm, anu… mas Bakwan, itu… aku senyum soalnya… resleting celana mas kebuka. (GABRUUUK!!!)

Bakwan pun mokal abis, salah sangka. Serasa terbang ke awan, lalu nyungsep sep ke dalam comberan (Bakwan : egh, dalem amat!). Merasa seperti ajang kontes musik anak-anak muda berbakat (seperti contohnya, Indoanime Idol atau Selebritis Mendadak Kentut), Irye pun tidak mau kalah untuk beraksi. Kali ini, dia berdandan metal ala Ozzy Osbourne (Duh, mending jangan dibayangin dech hasilnya). Pakaian serba hitam, tapi jangan disamain ama Bapak Leo. Penampilan rada sangar, bisa bikin orok nangisnya bujubuneng. Lalu, dia pun naik ke atas panggung.
Irye : (dengan suara ala rocker) HALOOO… APA KABAR, DUNIA? One two three, ROOOOCKKK… (musik dark gothic mengalun dahsyat, menyayat-nyayat kuping siapa pun yang mendengar) HEYAAAAAGHHH… (Irye menggeram) (kemudian masuk pada permainan gitar listrik yang mencabik-cabik, membentuk intro yang maut) … GWAAAAHHH… suwe ora jamu, mas. Jamu… (langsung ditimpukin penonton yang merasa kecele berat)
Semua : Lagu apaan tuch? Turun, turun!
Irye : Boleh dong! Ini khan namanya improvisasi. Kenapa? Katro! Kalo gak suka, ta’ sobek-sobek mulutmu… (penonton kecewa dan langsung berhamburan ke atas panggung, ngejar Irye yang lari terbirit-birit)
Snow : That was absolutely disgusting show I ever see in my life (Arti : Jijay amat dech, bo!)

Bakwan dan Irye telah beraksi dengan “sukses” dihujat massa. Kali ini giliran L yang berusaha merayu Snow. Dengan dandanan sopan santun tertutup seluruh aurat (emang si L punya aurat?), bedak tebel buat nutupin bekas codet di mana-mana (Preman, mas?). Di depannya ada dua pilihan, gitar bolong dan sebuah kecrekan. Dan ternyata L lebih memilih kecrekan karena dia adalah bencong salamah (Suer, gue melihat dengan mata kepala sendiri fenomena baru ini)
L : (dengan gaya sok tengil n suara cokri yang naujubilah min dzalik) Aku tak mau kalo aku dimadu, oy oy! Permisi, om! Tante! Eike mau ngamen nich. Eike… (berganti suara cokro) WOY!!! SIAPA YANG COLEK-COLEK PANTAT GUE?

Dan ternyata yang mencolek adalah para petugas kamtib yang sedang melakukan razia waria n bencong Taman Lawang. So pasti L pun juga lari terbirit-birit, takut digelandang ama aparat. Supitsu nggak mau kalah juga. Dia berdandan dan bergaya ala idola para remaja Backstreet Boys. Terutama, pengen kayak Nick Carter. Rambut belah pantat licin n klimis dengan dandanan sok gaul abis.
Supitsu : Tell me why…. Coz I want it that wa-HEGH… (langsung ditarik keluar pake kait tongkat di lehernya)
Tarou : Je anak ketjil. En tidak pantaz itoe ngerajoe-rajoe Znow. Dazar botjah ingoesan! (Lalu menyeret keluar Supitsu, kembali ke “alam”nya)

Dan satu lagi ingin ikutan kontes (sekalian nyari mati, kali ya). Tak lain dan tak bukan, ia adalah…
Galerian : (sok nyanyiin lagunya Romeo) Bila nanti aku mati, sesungguhnya kuingin mati bersamamu…. Bersamamu…
Snow : (teriak histris) KYAAAAA…. ARWAH TIDAK DITERIMA DI LIANG KUBUR!!!
Semua : LOE UDAH MATI, NGAPAIN IDUP LAGI??? (dan langsung di”bantai” untuk kedua kalinya secara massal)

Begitulah, kawan-kawan! Nasib tragis dari 2 cowok, 1 bencong, 1 bocah, n 1 mayat hidup (Hiiiy!!!) dalam upaya merayu Snow. Tentu saja, yang gigit jari kali ini adalah Ny. Tarou n Areen karena dicuekin n gak dapet peran. Tapi buat para penggemar Ny. Tarou n Areen, tunggu saja kisah selanjutnya! Karena mereka pasti (dan harus pasti) akan hadir kembali, menemani kalian semua. Karena… GUE DIANCAM MEREKA BERDUA PAKE GOLOK!!! HELP, ANYBODY!

INGAT! : Serangan jantung, impotensi, dan kelainan pada janin dapat menyebabkan anda merokok. Kembali ke laptop!

Kembali, gue pengen ngucapin thanks yg seberat2nya, n bukan sebesar2nya buat Tarou, 4reen, Supitsu, Febri, Slash_aza, n Bakwan yg dgn senang hati memberi koment utk cerita sebelumnya. Dan juga utk yg lain yg udah atau memberi koment atas terciptanya fanfic kacrut ini. Membuat org lain tertawa itu adalah ibadah, tapi jangan dibolak-balik ye! Daag!

Label:

Rabu, 23 April 2008

Kasus yang Ditangani oleh L part 5

Ok, berikutnya masih sambungan dari interogasi Bakwan n L terhadap Ny. Tarou n Areen. Kira2 apa yg akan terjadi ya? Let's we see, let's we see!

V

Sementara L sedang pergi untuk mengambil minuman yang dipesan Areen serta membeli rokok filter sebungkus di Garut (sekalian dech, nitip beliin dodol ya!), Bakwan mulai menanyakan soal alibi kepada kedua dynamite duo tersebut.Bakwan : Silakan dimulai saja dari nona Areen… Monggo.
Areen : Terima kasih, inspektur Bakpao! (Bakwan : kok bakpao sich, bo?) Saya bersiap pulang setelah selesai pekerjaan jam 9 ketika di luar mendengar seperti ada suara-suara setan sedang ber-haha hihi. Ketika melihat ke jendela, eh ternyata sekumpulan dedemit n tuyul tanpa mbak Yulnya. Tapi gak lama tuch mereka bikin keramaian karena keburu datang Dajjal (Galerian : kok gue disebut Dajjal, nyet?). Setelah “merapal mantra” : anak tuyul, anak setan… datang tidak dijemput, pulang tidak diantar, kemudian… Lho, kenapa nangis, pak inspektur? Khan ini bukan cerita telenovela.
Bakwan : (meringis) Bukan karena ceritanya, tapi kaki gue loe injek, mo-tuuuut! (sambil mengumpat yang sayang sekali harus kami sensor)
Areen : Eh, sorry dori mori mpok nori. Maaf, emang sengaja kok! (dengan senyum sok innocent yang bikin orang pengen nimpuk)
Bakwan : (Sabar, sabar) Ya, silakan diteruskan, nona A… njriiiiit!!! TANGAN GUE KEJEPIT!!!
Tarou : (juga dengan senyum sok innocent yang bikin orang pengen jitak) Oops, zorry! Ik tidak tahoe kalo itoe tangan je. Ik pikir itoe ganjelan koersi, tee-hee…
Bakwan : Ya, ya. Saya tahu nyonya juga tidak bersalah. (kenapa gue sampe kena sial 2 kali?) Bisa dilanjutkan lagi, nona A… (direct hit dari bola kasti) DAUUUUW…!!! SIAPA LAGI NICH YANG LEMPAR BOLA KASTI KE KEPALA GUE?
Supitsu : (masih dengan senyum sok innocent yang bikin orang pengen nampol) Wah, kena kepala inspektur ya? Padahal saya tadinya mau ngincer yang diantara selangkangan. (Tarou, Areen dan Supitsu ber-tos barengan sambil melakukan tarian pat-pat :YES!!!)
Bakwan : (sambil menggigit baju) Apes banget gue hari ini. Huhuhu, warau yo (ketawa dong)!

Lalu tiba-tiba muncul L dari dalam pot bunga, menertawakan kesialan Bakwan.
L : Wkwkwkwkwkwk… Niat mau carmuk (cari muka, red) di hadapan cewe malah kena apes. Gyahahahaha… (kembali peluru nyasar nyaris bikin jidat L bolong) Wah, kayaknya lagi musim peluru nyasar nich.
Bakwan : Sorry, jari gue sedikit kepleset. (DAMN! I miss) Coba gantian loe yang ngeinterogasi!
L : Jadi ceritanya biar gue juga kena apes nich? Percuma, yang rajanya apes khan loe… Eits, itu pistol buat apaan?
Bakwan : Ah, nggak. Cuma mau berburu beruk (L : maksud loe, gue beruknya?), katanya ada di ruangan ini… Mana ya… (suara sengatan listrik dilanjutkan teriakan merdu dari Bakwan) GYAAAAA… SIAPA YANG NYETRUM GUE DARI BELAKANG PAKE LISTRIK PLN?
Polisi-polisi : (jari telunjuk digoyang-goyang) Kepompong, kupu-kupu… KASIHAN DECH LOE!!! Wkwkwkwkwk… (sambil menarikan tarian ala suku Indian : heyayaya, heyayaya…ow, ow)

Dikerjai secara berjamaah bahkan oleh anak buahnya sendiri, Bakwan tak terima dan akhirnya menjadi kalap dan beringas bagaikan “raja singa”. Hampir saja terjadi perang Bharatayudha yang dikepalai oleh ketua KURAWA (Kurang Rawatan Wanita, hehehe) kalau saja tidak muncul sang (atau dua, kali ya!) “dewa penyelamat”.
Suara 1 : Sabar dulu, inspektur Bakwan! Tenangkan hatimu.
Suara 2 : Ya, bersabarlah. Kata Aa Gym juga : Jagalah hati, jangan kau nodai… Betul tidak? (Serempak : TIDAAAAKKK…)
Areen : Ya, inspektur. Janganlah menganiaya yang lemah, (wajah memelas) seperti kami ini. (Emang yang mulai duluan siapa?)
Tarou : Ja, ja. Je moesti tenang, kita orang tidak berboeat jang matjam-matjam kepada je. (Wah, lempar granat sembunyi gak bilang-bilang : TERLALU!)
Supitsu : Mama dan tante Areen benar. Janganlah seperti air susu dibalas air comberan. Papa khan baru saja meninggal, hiks hiks… (Bah! Akting murahan)
L : Tuch, wan. Apa kau lupa! Tidak semua laki-laki… bersalah padamu. Contohnya aku, mau mencin… (Lagi-lagi peluru nyasar nyaris “mencium mesra” jidat jenong L) KOK GUE MELULU SICH YANG JADI KORBAN PENEMBAKAN GAK BERTANGGUNGJAWAB!
Polisi-polisi : Ya, pak. Kami khan cuma ikut menghangatkan suasana saja. Supaya bapak juga turut bergembira… (cocktail segar ala Molotov disuguhkan dengan manis oleh Bakwan) WAAAA… I’M BURNING! WE’RE BURNING… PANAAASSS!!! PANAS, YA ALLAH! TOBAAATTT…

Kembali Bakwan hampir terbawa emosinya, menciptakan daging panggang wedus angus ala Sumanto (Hiiiy, celem celem…) dengan cocktail “mematikan” ala Rusia kalau tidak segera dihentikan. Ini namanya suatu tindakan keji dan tidak bertanggungjawab, saudara-saudara! Gue sebagai sutradara cerita ini gak bisa membiarkan hal ini terja… (cocktail itu pun dilempar ke arah penulis) GYAAAA…. TOLONG! TOLONG! KOMPOR MELEDUK, eh salah, KEBAKARAN!!! KITA LIHAT AJA DECH DI EPISODE MENDATANG, SIAPA 2 ORANG YANG AKAN MUNCUL. TAPI SEBELUMNYA,… WAAAA… TOLONG! BAKWAN KUMAT!!! (Bakwan : DASAR PENULIS SEMPRUL!)
Hansip I : (panik) Pak! Ada kebakaran di rumah Pak Galerian. Apa perlu kita telepon pemadam kebakaran?
Hansip II : (tenang) Ah, biarin. Emang di rumah itu mah udah biasa terjadi yang aneh bin ajaib. Udeh, kita terusin main caturnya! Skak ster!

Ohohoho, ada 2 tokoh baru yg akan hadir di episode berikutnya! Bisa ditebak kira2 siapa ya? Mungkin si... GYAAAA, BAKWAN MASIH NGEJAR2 GUE!!! (lari tunggang langgang sampe2 hampir kacapirit dikejar Bakwan pake truk tronton)

Daag! Graag gedaan, jongen! (sama2, coy!)

Label:

Selasa, 22 April 2008

Kasus yang Ditangani oleh L part 4

Supitsu selesai diperiksa oleh Bakwan dan L. Kemudian seorang polisi yang sebelumnya telah memberikan “paket kejutan berhadiah” buat Supitsu datang melapor.
Polisi : Maaf pak! Saya datang lagi (lalu menengok ke arah Darth Supitsu)
Supitsu : We meet again, Obi-wan! (lalu menyalakan light sabernya) ZING…
Polisi : Yes, we have unfinished business (juga menyalakan light sabernya) ZING… PET! WHAAAAT!!! Baterenya soak!
Supitsu : (tawa penuh kemenangan) Hohoho… Makanya, jangan sembarang beli batere di kereta. 10 menit masih nyala aja udah mukjizat. Pakelah batere Alkaline, kayak saya! (ini pengalaman pribadi lho, saudara-saudari)

Si polisi yang “beruntung” itu tanpa pamit assalamu alaikum langsung cabut dikejar-kejar Darth Supitsu yang berubah jadi maniac mode on. (Akhirnya! pembalasan dari Supitsu)
Bakwan : Yeh, gue harus buka lowongan lagi buat jadi polisi (sambil mencoret nama polisi sompret tadi)
L : Huhu, kalo gue sich, gak akan melakukan tindakan sene… (tiba-tiba TV yang tadinya mati menyala seketika)
Bakwan : Aneh! Khan TV-nya gak dicolokin. Kok nyala sendiri ya? (sambil memperhatikan dengan perasaan heran)
L : Tunggu! Rasanya gue seperti de javu ya, dengan adegan ini?

Kemudian mereka berdua duduk di sofa yang berada di depan TV. Tiba-tiba, muncul gambar lingkaran dari TV.
L : Cindy! The movie’s just started… (Artinya : Mbok! TV-nya udah dimatiin belum?)

Tak berapa lama, dari TV keluar air…
L : Cindy! Your TV’s leaking… (Artinya : Udah, nyah! Si Mbok sekarang lagi nyuci)

Lalu, muncul gambar sesosok wanita berambut panjang dengan backgroundnya sebuah sumur tua. Suasana makin mencekam. Bakwan menyodorkan sekotak popcorn kepada L untuk dimakan bersama. L memakannya dengan gemetaran. Sosok wanita itu lalu menjulurkan kedua tangannya keluar dari TV dan mulai merayap mendekati Bakwan dan L yang saling berpelukan di sofa. Semakin dekat, dan dekat, dan dekat… dan…
Bakwan : Damn you, son of a b####h! (langsung membogem mentah si “Sadako”) (Hihihi, sorry! Jadi bawa-bawa adegan Scary Movie)
“Sadako” : Adoeh! Kok ik malah ditondjok? Je tidak zopan zama toean rumah ja?
Bakwan : Ye sendiri yang cari penyakit! Pake acara keluar dari TV. Untung kagak keluarin beceng. Gue dor, mampus ente!
L : Sabar, wan! Ente kagak usah cari masalah ama kompeni. Ntar berabe urusannye.
Bakwan : Wan, Wan! Emang gue Wan Abud? Jangan sembarangan nyingkat name, ente. Kagak kenal Bakwan, jagoan dari gang Senggol kampung Coel?
L : Ane kagak sengaje. Sorry, wan… eh, Bakwan deng! Ampun ya, bang! Jangan pake acara keluar golok … (nyembah-nyembah) Langsung aja dech! Nama?

Si “Sadako” gadungan berlogat ala londo (Belanda, maksudnya) itu akhirnya angkat bacot.
Tarou : Kenalkan, Ik poenja nama Tarou Misaki van Houten. Azli Nederlander en mazih ketoeroenannja JP Coen. Ik zoeka makan kedjoe tapi nei, nei… boekan makan kedjo. Seer hoet, ja? (Susah khan loe pade bacanye! Apalagi gue …)

Bakwan dan L terbengong-bengong kayak ayam keselek durian (nah lho! Gimana jadinya?) tidak mengerti ucapan si londo. Namun dari balik pintu terdengar suara wanita yang lain, yang lebih sexy dan menggoda.
Suara sexy : Hohohoho… itu istri tua Galerians, si Tarou londo yang ngaku-ngakunya cantik tapi masih kalah jauh dari daku. Makanya dia selalu iri kalo suaminya suka menggodaku. Menurutku, tidak aneh kalo ia pembunuh Galerians playboy cap gomeh. Ohohohoho…
Tarou : Hoeh, Ternjata zekretariz zok tjantik toekang peloek Areen. Koe berani djoega datang ke Ik poenja roemah zetelah memboenoeh zi mata kerandjang bangzat itoe.

Seketika terjadi chick fight jambak-jambakan antara Tarou n Areen. L dengan jantannya berusaha melerai perkelahian tersebut dengan merangkul keduanya (atau berusaha nyari kesempatan raba-raba, kali…)
L : Wow! God bless me… (sambil menengok ke arah Bakwan yang gigit jari karena kalah “inisiatif”)
Tarou & Areen : MANIAK SOMPRET…!!! (langsung memberikan L hadiah “manis” berupa Double German Suplex Combo dilanjutkan dengan jurus “1000 Injakan Tralala Trilili” ke arah “si Joninya” L)
L : GYAAAAAAA……….. NOT MY JONI!!! (Dan Bakwan pun merinding melihat kekejaman ala PKI yang dialami L sekaligus sujud syukur tidak menerima hukuman dari 2 Dewi Persik, oops… Dewi Kematian deng!)

Begitulah awal perkenalan dari 2 saksi wanita kita yang pertama (dan mudah-mudahan bukan yang terakhir). Dan L pun merasakan “kemurahan dan ketulusan hati” Ny. Tarou dan Sekretaris Areen yang selalu murah senyum. Sungguh perkenalan yang terlalu manis untuk dilupakan bagi L. Lalu bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
L : Oh… (mengerang) Masa depanku terasa suram sekali…


IV

Di episode sebelumnya, telah hadir saksi pertama yaitu anak laki-laki korban, Supitsu. Lalu, muncullah saksi berikutnya : istri tua korban, Ny. Tarou Misaki van Houten dan sekretaris korban yg seksi, cantik, dan bahenol (boong bgt…!) yang bernama Areen. Lalu bagaimanakah Bakwan dan L menghadapi dynamite duo ini (GIRL POWEEEERRRR…)
Bakwan : Aduh, maaf ya atas tingkah laku teman saya ini. (Kenapa loe gak sekalian mati aja, L? Nyusahin gue aja) Tapi sebelumnya, saya ingin memperkenalkan diri. Bakwan is my name, dan jabatan saya Inspektur. Saya masih muda, tampan, keren, (mulai menyombongkan diri) punya masa depan cerah, dan sanggup memberi keturunan yang banyak. Setiap gadis selalu melirik padaku, tanpa terkecuali. (sambil membusungkan dada dengan bangganya)
L : (menyeletuk) Iya, tapi kagak ada yang nyantol satu pun. Makanya dia jomblo seumur hidup… (peluru pistol hampir menyerempet jidatnya) Oops, kok hari gini ada peluru nyasar?
Tarou : Baik! Ik kenal Galerian ketika Ik doeloe mazih tinggal di Ik poenja negara. Waktoe itoe, Ik mazih zangat moeda… dan Galerian mazih zangat tampan (Galerian : Ah, betapa tampannya diriku…) tapi tidak zeperti zekarang. Gendoet, djelek, pipi chubby en idoep lagi! (Homer : DOH!) Dan Ik ingat waktoe dia orang (emang orang. Masa, panci?) merajoe Ik dengan lagoe dangdoet kezoekaan Ik : Ooo… Bembeng. Si Bembeng, preman cengeng, bawa beceng masih ngempeng…
L : Ya, saya tau lagu itu… Bembeng… (dengan cengkok J-dut)
Bakwan : Lalu seterusnya? (penasaran)
Tarou : Ja, kawin zampe zekarang! (Busyet! kagak ada klimaksnya sedikit pun)

Tiba-tiba Supitsu berlari menghampiri ibundanya.
Supitsu : MAMA… (diiringi echo yang panjang)
Tarou : Ada apa, anakkoe?
Supitsu : (langsung menubruk) Orang itu jahat, Ma! Aku, aku… dizhalimi, Ma. Huuuuu… (menangis) Mama… (dengan mata berbinar) susu! (langsung digiles Tarou pake mesin pemotong rumput)
Tarou : Hotverdomme! (bener kagak ya, ejaannya?) Koe ekztrimiz pengen tjari mati? Zana! Minta zama tante Areen!
Supitsu : (sambil meringis kesakitan) Tante, disuruh mama… susu! (langsung digiles Areen pake mesin giling Bomag)
Areen : BIAR MAMPUS AJA LOE SEKALIAN, OHOHOHOHOHO… (sambil satu tangan menutup mulutnya)
Bakwan : (geleng-geleng kepala) Dasar keluarga sarap! Untung gue gak minta.

Kemudian Bakwan mengalihkan pertanyaan kepada sekretaris korban yang seksi, cantik, dan bahenol. (Areen : Aduh, senangnya! )
Bakwan : Dan anda, apa hubungan anda dengan korban?
Areen : (menggeser sedikit duduknya sambil merapikan rok mini : WOOOOWW…) Sebelum itu, boleh saya minta segelas jus, (sambil mengelus pipi L) sayang? (L : MOEEEE…)
Bakwan : Tenang saja! Teman saya yang akan mengambilkannya. Oh ya, tolong sekalian beli rokok filter sebungkus di Garut! Yang jauh aja, sekalian!
Areen : Bisa kita mulai? (kembali menggeser duduknya sambil merapikan rok mini : DOUBLE WOOOOOWWWWWW…) Saya dengan korban… (tiba-tiba hp-nya berdering) Tunggu sebentar! (mengangkat telepon) Iya, saya sendiri. Mau bicara dengan siapa? Dengan Inspektur Bakwan? Tunggu sebentar! (memberikan hp-nya kepada Bakwan)
Bakwan : Ya, halo…?
Penelepon : What’s your favorite scary movie, hehehehehe… (Alah! Film Scary Movie lagi)

Nampaknya interogasi berikutnya antara Bakwan dengan Areen semakin memanas, sepanas… (Hei! Siapa yang nyalain kompor di belakang gue?) Semakin seru saja kisah drama ini. Bagaimanakah kelanjutannya? (Anak2 IA : Egh, bikin penasaran aja!)
L : (di Garut) Punten! Meser roko pilter sabungkus.


Gimana cerita kali ini? Sampe dibombardir 2 episode n pemunculan 2 tokoh yg, ehem ehem, menarik. So, gimana? Tarou? 4reen? (Tarou & 4reen : GEBUKIN GALERIANS RAME-RAME!!!!)

Label:

Senin, 21 April 2008

Kasus yang Ditangani oleh L part 3

Supitsu, si anak laki-laki korban, sudah dihadirkan di hadapan L (yang baru saja kembali dari “pengembaraannya”) dan inspektur Bakwan (yang berhasil kabur dari amuk massa) untuk dimintai keterangannya seputar Indonesia, eh sorry, seputar kematian ayahandanya yang tercinta itu (Hoeek…)
Bakwan : OK, sekarang kita mulai serius.
Supitsu : (menelan ludah)
Bakwan : Baiklah nak, ceritakan apa yang kamu lakukan dari malam kemarin sampai tadi pagi.
L : Iya, bener kata sobatku yang satu ini (menepuk-nepuk dan mengelus bahu Bakwan)
Bakwan : (menoleh dengan tatapan membunuh) Pegang, gue gampar!
L : (melompat kaget) Yay, sorry man.

Lalu Supitsu mulai bercerita.
Supitsu : Aku berkongkow-kongkow ngalor ngidul, berlari-lari ke sana ke mari, ngobrol-ngobrol sambil koprol dengan teman-teman di depan rumah jam 9 malam. Seperti biasa, malam itu begitu syahdu. Aku ambil gitar, kupanggil teman-temanku… Suka-suka, nyanyi di pinggir jalan (lagu jadul banget!) Tapi kesenangan itu tidak berlangsung lama…
Bakwan : Iya, teruskan!
Supitsu : Karena papa tiba-tiba keluar dan menghampiri kami.
Bakwan : Kemudian…?
Supitsu : Tatapannya garang, segarang Macan Kemayoran. Belum lagi saat mengaum, seperti Maung Bandung. Di bajunya ada tulisan ‘Laskar Singo Edan’ sambil menyanyi yel-yel ‘Bajul Ijo’. (kok disamain ama klub sepakbola ya)
Bakwan : Lalu…?
Supitsu : Mereka pun perang tanding di Copa Dji Sam Soe. Hanya di radio kesayangan anda ‘Tempe garing… menjalin persatuan dan kesatuan’. (dan tanpa sungkan-sungkan, langsung di-Rock Bottom ama Bakwan terus di-kombo dengan People’s Elbow-nya The Rock. (If you smell…..)
L : One… TWO… THREE… (suara bel) teng teng teng… Here’s your winner… THE ROOOOOOOCK……..! (alah, jadi teringat nonton Smackdown)

Kemudian seorang polisi menggiring Supitsu yang kelenger di-Smackdown ama Bakwan ke pinggir ring. Untuk menyadarkannya, disodorkan ke dekat hidung Supitsu ramuan ajaib nenek moyang : aroma kaos kaki seminggu belum dicuci dimix ama minyak bau ketek plus campuran gas amoniak buangan manusia alias kentut (sebaiknya jangan dicoba ama temen sendiri kalo gak mau menerima pembalasan yang “lebih kejam”)
Supitsu : (tersadar) Aduh, bisa sadar juga. Thanks bro atas kebaikannya! (seraya hidungnya masih mencium aroma dahsyat itu)
Polisi : Sama sama, jek! (langsung ambil langkah seceng meninggalkan Supitsu yang ngamuk-ngamuk setelah tahu zat dari ramuan tersebut)
Bakwan : Sabar nak. Tahan emosimu. Ingat kata-kata Aa “orang sabar disayang Tuhan, betul tidak?”. Kamu juga bersabar aja kalo dizhalimi orang lain. Masih banyak janda-janda kembang yang… eh, salah ya? (langsung dibalas Supitsu dengan Olympic Slam-nya Kurt Angle)
L : One… two… Ropebreak! (Supitsu : Damn!)
Supitsu : Papa tidak suka ribut-ribut, begitu katanya. Lalu teman-temanku diusirnya dan langsung bubar. Papa menyuruhku masuk. Kemudian aku menjawab, Papa jahat! Aku disuruh masuk ke kamar, lalu kamarku dikuncinya dari luar. Papa langsung pergi meninggalkanku terkunci di kamar sendiri, sepi, diiringi soundtrack sinetron “Hidayah”. Tapi Papa tidak tahu!
Bakwan dan L : (terkaget) Apa itu?
Supitsu : Kalau aku punya kunci serep. Akhirnya kubuka pintu pelan-pelan, lalu kumelewati kamar papa. Kulihat papa sedang asyik mengintip tetangga mandi dengan teleskop (kurang deket, bang!).

Untuk lebih membantu anda semua mengetahui apa saja yang dilihat oleh Galerians, maka kita akan mengambil dari sudut pandang Galerians.
Galerians : Yah, orang lagi masak. Kagak asyik ah. Nah, yang itu cewe cantik nich… lagi asyik… Busyet! Nyisirin bulu ketek. Oh, itu ada lagi cewe cantik, jubah putih lagi… duduk-duduk di atas pohon sambil ketawa-ketiwi (yay! Kuntilanak!) Geser ke kiri sedikit… Waow! Yang ini baru benar-benar asoy. Walau ketutupan tirai kamar mandi, tapi siluet bodinya… (menelan ludah) alamak! Ini yang kutunggu-tunggu dari kemarin-kemarin ngintipin orang. OH MY GOD!

Tiba-tiba L tersadar.
L : Ya ampun! (kaget) Itu khan eike, bo… (semuanya GEDUBRAK!)

Bagaimanakah nasib Supitsu selanjutnya? Akankah diketahui pembunuh Galerians yg sebenarnya? Apakah L bener2 seorang cho ping li (benCHOng PINGgir kaLI)? Nantikan episode berikutnya dari (nananananananana) BATMAN! Di hari dan jam yg sama, hanya di stasiun kesayangan anda.

Label:

Jumat, 18 April 2008

Kasus yang Ditangani oleh L part 2

Baiklah kelanjutan cerita seri ke-2 : Pengakuan dari anak laki2 korban, supitsu.

II

Lalu L beserta Bakwan masuk ke dalam ruang tamu. Disana sudah berkumpul 7 orang yg tidak dikenal. Bakwan langsung mengambil duduk di sebuah sofa yg sangat super duper empuknya sampe2 keenakan n gak mau bangun lagi. Lalu dikeluarkan sebungkus rokok merk "IA Mild" dari sakunya.
Bakwan : Rokok? (sambil menawarkan kepada L yg lagi asyik main gundu)
L : (dengan gaya sok gaul) Boleh! (lalu dihisapnya rokok dalam2)
Bakwan : Baik, saksi yg perta.... (bahunya ditepuk2 L)
L : Uhek, uhek, hoek... rokok apaan nich? (sambil melepeh) Kok rasanya aneh bgt?
Bakwan : Rokok baru, terbuat dari daun kering bunga bangkai. Rasanya tuch sungguh sensasional (sambil menghirup "wanginya" rokok edan itu)

Seorang junior kepolisian langsung menghadap ke inspektur seraya membawa saksi pertama.
Polisi : Lapor! Saksi pertama adalah anak laki2 korban, yg bernama supitsu. Katanya, sewaktu kejadian itu berlangsung, dia sedang berlatih kasti di kamarnya. Laporan selesai!
Bakwan : Ya iya iya, suruh pulang aja tuch anak!
Polisi : Hah... kok disuruh pulang? (garuk2 kepala) Khan katanya disuruh bawa ke sini?
Bakwan : Oh, gue yg nyuruh ya? (dgn ekspresi sok innocent)
L : Ye, bilang orang lain dodol. Sendirinya juga dodol.
Bakwan : (menoleh ke L dgn tatapan "membunuh") Loe tadi ngomong apa, L? Bilang gue dodol? Udah pernah keselek dodol durian bareng ama kulitnya belum? (mencoba menawar)
L : Hehehe, belum tuch (menolak tawaran yg "menggiurkan" itu)

Supitsu dihadirkan di ruang tamu. L dan Bakwan mengamatinya, dari atas ke bawah, kiri ke kanan, depan-bawah-depan + Punch (Shoryuken!) Supitsu terlihat tegang. Keringatnya mengalir deras menetes dari keningnya yg licin terpoles rapi. Berusaha memecahkan suasana yg menegangkan ini, Supitsu bertanya kepada kedua penyidik itu.
Supitsu : Bisa dimulai interogasinya? Masa' 30 menit cuma ngeliatin doang? Jadi tegang nich...
L : Jadi tegang ya? Bagian mana? (sambil ngelus2) sindang biar eike bantu... (langsung di-uppercut Bakwan keluar gedung)
Bakwan : Detektif sontoloyo! Kebiasaan buruknya belum ilang2 juga. (suasana hening sejenak, seraya menunggu L yg entah terbang ke mana)
Bakwan : Kita mulai ya! Dgn pertanyaan pertama yg bernilai 10 jtrupiah, apakah hubungan antara anda dgn sang korban.
Apakah : a. Anak sendiri
b. Anak adopsi dari panti asuhan
c. Anak in Skywalker
d. Terserah anda anaknya siapa.
Anda bisa memilih Ask the Audience, menelepon teman anda atau 50:50. Ayo, waktu mulai habis.
L : Aku tau, aku tau!
Bakwan : Maaf, penonton dilarang ikut campur. Jadi apa jawabannya, supitsu? Bernilai 10 jt loh
Penonton : Huuuuuu.... (disorakin)
Bakwan : Krn kata "huuuu..." itu berarti telah membantu kontestan, berarti supitsu tdk mendapat apa2 dan 10 jtnya... buat saya sendiri! (ngibrit)
Penonton : HUUUUUU..... (menyerbu masuk mengejar Bakwan) Wasit goblok! wasit goblok!

(Maaf, ceritanya jadi makin ngaco. Ada ide buat berikutnya?)

Label:

Kamis, 17 April 2008

Kasus yang Ditangani oleh L part !

Hi guys, seperti yg udah dijanjiin sebelumnya di topik gue bahwa gue akan turut berpartisipasi membuat fanfic. Setelah mengalami kejadian yg agak2 gimana gitu, akhirnya gue memutuskan utk mengerjakan cerita ini. Tapi sebelum membaca cerita ini, perlu diingatkan : Seluruh cerita yg ada di dalamnya adalah fiksi semata, n tdk ada hubungannya dgn dunia nyata. Apabila ada suatu kesamaan, maka itu hanyalah suatu kebetulan saja.

Perlu juga utk diingatkan, jangan terlalu diambil hati. Kalo ada sesuatu yg agak2 mengganggu kalian, segera saja mem-posting atau mem-PM langsung si penulis. Biar gak ada kesalahpahaman.

I

Di dalam dunia yang kita jalani ini, penuh dengan pergulatan sengit melawan kejahatan. Sayangnya, manusia terlalu mudah terjerumus ke dalam lembah penuh nista itu karena bujuk rayu setan. Tepat sekali apa yang dislogankan oleh Bang Napi : Ingat! Kejahatan muncul bukan hanya karena adanya niat, tetapi juga karena ada kesempatan. WASPADALAH! Dan hal ini juga menimpa kehidupan kota IA beserta penduduknya. Ya, bahkan kejahatan pun tanpa tedeng aling-aling merasuki kehidupan warganya yang selalu hidup tentram sejahtera gemah ripah loh jinawi. Kita mulai saja cerita ini.

Seorang detektif swasta yang bernama L sedang tertidur pulas ketika tiba-tiba dibangunkan oleh suara dering telepon.
(Telepon) : Kring kring….
L : Halo….
Penelepon : Tominya ada, om?
L : Siapa ini?
Penelepon : Eci, om.
L : Edi?
Penelepon : Eci!
L : Egi?
Penelepon : (mulai kesal) C! C! Charlie!
L : Oh Charlie… Kok suaranya kayak perempuan?
Penelepon : (kalap) WAAAAAAHHHH…. (langsung ditutup)

Karena telepon yang tidak jelas juntrungannya dari siapa (atau mungkin salah sambung, kali), maka L kembali meneruskan tidurnya. Tapi kembali tidurnya diganggu oleh suara dering telepon (lagi).
(Telepon) : Kring kring…. Kriiiing…. Angkat, tolol!
L : Halo, Charlie lagi ya?
Inspektur : Ini gue, ONYON!
L : Oh, inspektur Vijay! Eh, sorry… inspektur Bakwan. Ada apa nich pagi-pagi udah ngebangunin?
Bakwan : Ada kasus. Mendingan loe ke sini sekarang. Gue tunggu di… (bicara berbisik-bisik). OK?
L : Hah? Taman Lawang?
Bakwan : Dodol loe! Di… (kembali berbisik-bisik) OK, gue tunggu. Buruan kalo masih pengen gue gaji.
L : Siap, pak! Buru-buru nich, perlu mandi dulu gak?
Bakwan : (suara telepon dibanting) Tut tut tut

L segera bergegas, bersiap menuju ke TKP (Tempat Kejadian, Pak!). Tidak lupa ia mandi, menggosok gigi, lalu menolong ibu membersihkan tempat tidurku… (kok malah nyanyi ya?) Lalu ia menyetop taksi yang sedang parkir tak jauh dari apartemennya.
L : Pak, langsung berangkat!
Supir : Hah???
L : Ayo, cepetan! Udah ditungguin nich.
Supir : Iya iya iya (lalu men-starter mobilnya) (tak lama, taksinya terhentak keras, GUSRAAK!)
L : Ada apa lagi nich?
Supir : Bapak sich minta buru-buru. Tadi saya lagi ganti roda. Terus karena diminta buru-buru, jadi lupa dech masang bautnya lagi.
L : D***, s*** (mengumpat tidak jelas karena banyak disensor)

Akhirnya setelah melalui perjuangan yang sangat berat dan melelahkan (sampe ada adegan dorong di tanjakan 45 derajat), L tiba di tempat yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu di kediaman sang korban. Dan ia pun langsung disambut oleh inspektur Bakwan yang langsung menggenggam tangannya (eits, jangan berpikiran yang negatif)
Bakwan : Akhirnya kau tiba juga, L
L : Ya, aku memang sedikit terlambat. Sorry.
Bakwan : Huhuhu, terlambat sedikit ya? 5 jam itu menurut loe sedikit ya? (sambil membawa palu super jumbo) DOENG…..
L : Itai… yamete, yamete kudasai… (meringkuk di pojokan)
Bakwan : Gak usah banyak becanda. Kita kembali ke laptop! Kamu kenal orang ini?
L : (mengamati dengan seksama) Hmm… hmmm, ya ya… hmm, tidak tidak… (berpikir sebentar, lalu) AKU TAHU! Dia khan…
Bakwan : Ya, memang dia.
L : Dia… dia…
Bakwan : Ya, dugaanmu tidak salah.
L : Dia, dia… dia siapa ya? (GEDUBRAK!)
Bakwan : (kembali mengambil palu super jumbo, kali ini yang special limited edition)

Ternyata si korban adalah seorang pengusaha kaya yang kikir, pelitnya naujubile, suka mengumpat, menghardik orangtua, selalu lupa cebok kalo abis “poop” (udeh, terusin aja. Terus…) yang selalu bernasib naas n punya ngaran Galerians (akhirnya… ) L lalu meneliti dan mengamati si korban yang bernasib tidak seberuntung dengan wajahnya yang emang ganteng dari sononya (narsis)
L : Inspektur, si korban benar-benar mengalami kondisi yang sangat tragis.
Bakwan : Maksud anda?
L : Coba lihat sendiri. Selain ia mengalami luka tusukan dengan sebilah pisau di dadanya, tangannya patah seperti dipukul dengan benda tumpul. Lalu di punggungnya banyak luka bekas sabetan, entah dengan alat apa. Kedua kakinya hancur seperti digilas sesuatu. Lalu lehernya dipelintir ke belakang, kepalanya retak bekas pukulan benda keras. Oh, di sini ada bekas lubang di kepala akibat tembakan. Dan ditambah lagi, korban juga diminumi racun.
Bakwan : Perbuatan orang yang sangat dendam sekali kepada makhluk tak berdaya ini. (menggeleng-gelengkan kepala) Tragis sekali nasibnya.
L : Ya, beruntung sekali orang ini mati.
Bakwan : (menengok dengan pandangan curiga)
L : Eh, nggak nggak. Bukan maksudnya begitu… (gelagapan) (menelan ludah) Maksudnya, untung ia lekas mati. Coba kalo udah kayak gini masih hidup…
Bakwan : Ya, betul sekali.
L : Kapan korban ditemukan dan siapa yang menemukan?
Bakwan : Kebetulan saya sendiri yang menemukan. Waktu itu, saya sedang berjalan kaki menuju ke kantor polisi dan ketika menemukannya di halaman, sudah dalam kondisi begini. Tapi bukan gue khan pelakunya?
L : Kita belum tau selama belum ada penyelidikan. Sabar aja, inspektur! Paling kalo bener inspektur pelakunya, cuma dikerek di tiang gantungan kok.
Bakwan : (menelan ludah lebih banyak sambil mengurut dada) Oh ya, kami juga berhasil membawa beberapa orang saksi untuk dimintai keterangannya soal kasus pembunuhan ini. Mereka sudah menunggu di ruang tamu.
L : Semuanya ada berapa orang?
Bakwan : Ada 7 orang dan semua dengan alibi yang agak meragukan.
L : Baiklah! Mari kita segera temui para saksi itu.

Label: