Kasus yang DItangani oleh L Part 8

Apakah L akan berhasil menemukan tempat pertemuan dengan Bakwan? Bagaimanakah nasib penyelidikan ini? Dan bagaimana pula nasib bang Poltak & Tugimin? Jawabannya ada di…

dududada 6X Bak-wan….
dududada 2X Bak-wan…
dududada 2X Bak-wan…
dududada 2X Bak-wan…
Bak-wan… dan si L… Bak-wan…


Kembali di petualangan Inspektur Bakwan & L si Boy Blunder. L masih berkeliling-keliling mencari tempat yang dimaksud oleh konco beratnya itu.

L : (melihat jam tangan) Wah, kita udah lama juga nich keliling-keliling kota. Tau gak sich tempatnya, bang?

Tugimin : Walah, kepriben nyong ni. La wong nyong baru seminggu di kota. Biasa jaga warteg di alun-alun.


Mendengar jawaban yang “sangat meyakinkan” tersebut dari si sopir bajaj asli Tegal, L langsung pasang aksi.
 
L : (tepuk bahu Tugimin) Mas, mas… saya turun di sini aja dech!

Tugimin : Ini juga kalo nyong bisa berhenti…

L : Heeee???

Tugimin : La wong nyong baru seminggu pegang bajaj. Baru kemaren bajaj beres ketok mejik, abis nyemplung ke kali. Terus itu ya, kemarennya lagi ketabrak metromini. Untung nyong berhasil melarikan diri. Wah, kalo ndak nyong bisa wuabis…

L : (makin panik) HEEEEEEE…???

Tugimin : Tenang aja, mas. Nyong pegang rekor kok. Seminggu narik baru makan korban penumpang 2 orang.

L : (lebih panik lagi) HEEEEEEEEEEEEEEE…???


Kali ini waktu makin mendesak. L spontan mencoba tarik pintu belakang bajaj. Ternyata susah dibuka. Coba ditendang, masih gagal juga. Sementara Tugimin juga sibuk mengendalikan bajaj supaya baik jalannya, hey! tuktiktaktiktuk… L mendorong pintu, juga tidak bisa. Akhirnya terpaksa si “denok” Colt Phyton dikeluarkan. Sukses! L girang, peluang pun terbuka lebar di hadapannya. Bagaikan narapidana baru saja lepas dari hukuman mati. Bagaikan bayi yang baru keluar dari rahim ibunya. Bagaikan bung Rhoma yang berhasil balikan ama Angel Lelga (wew!). L berusaha keluar namun…

Yah, kita lewatkan saja adegan yang menegangkan tersebut. 2 jam kemudian, L akhirnya berhasil bertemu dengan Bakwan.

L : (terharu) Akhirnya aku berhasil pula menepati janjiku, Wan…

Bakwan : (suara agak tertahan) He-eh. Gue juga tau kok

L : (makin terharu) Setelah melalui perjuangan berat…

Bakwan : (nafas agak berat) I-iya… gu-gue juga ng-ngerti kok…

L : (lebih terharu lagi) Melewati berbagai halang rintangan…

Bakwan : (akhirnya tak tahan pula) IYA, IYA! GUE TAU… UDAH BELUM NYUNTIKNYA, DOK???

Dokter : Sebentar lagi. (ncusssss…) lagi disuntik nich.

Bakwan : PANTATNYA GAK MAU DIEM!!! BERAAAAAAAT…!!!


Lalu…

Bakwan : Bagaimana, dok?

Dokter : (geleng-geleng kepala)

Bakwan : (mengeluarkan terompet, memainkan musik pengiring pemakaman)

L : (sewot) LOE KIRA GUE UDAH SIAP MASUK LIANG LAHAT!!!

Bakwan : (berbisik-bisik dengan dokter) Dok, dok… apa gak bisa kalo ini orang dikasih suntik mati? Biar masalah beres semua…


Tak disangka, L masih bisa selamat. Bahkan setelah mengalami nasib naas dalam bajaj, “mencium mesra” KRL Pakuan. Kalo mau disamakan, mungkin L lebih hebat dari si “yippie-kay-yey” John McClane. Kalo Tugimin, wallahu alam dach…
Pada saat yang bersamaan, akan muncul tiga tokoh lagi. Mereka baru saja sampai di bandara setelah terbang menggunakan Macan Air, saingan Lion Air.

Orang I : (sambil mengendap-endap) Psst, udah berhasil lewat belum?

Orang II : (juga mengendap-endap) Belum, masih banyak.

Orang III : (yang juga mengendap-endap) Udah lewat pos penjagaan belum?

Orang IV : (ikutan mereka mengendap-endap) Belum, masih banyak.

Orang I + II + III : (menoleh ke belakang) Siapa itu tadi yang ngomong?

Orang IV (alias petugas bandara) : Ini, saya yang ngomong (sambil pasang muka sok innocent) Udah diperiksa ama petugas belum?

Orang I + II + III : (spontan) BELUM, MASIH BANYAAAAAAAKKKK…!!! (pasang langkah seribu, menghindari kejaran petugas)

Intro lagu :
Inilah kisah tiga orang pemuda
Jajal peruntungan nasib di ibukota
Naik pesawat sampailah di bandara
Gak pake karcis, bagasilah jawabnya


Bakwan merana sendiri di ruang kerjanya. Segala macam cara dicoba untuk menghilangkan kejenuhan akibat ditinggal L yang harus terkapar di RS. Mulai dari menghitung orang yang mondar-mandir di depan kantor, bolak-balik kalender, ngajak ngobrol operator 4444 (bener2 gak ada kerjaan), kencan ama operator provider (lebih gak ada kerjaan) sampe senyum-senyum sendiri (udah pegat tuch otak).

Bakwan : (tertawa sendiri) GYAHAHAHAHAHAHAHA… GYAHAHAHAHAHA… AKHIRNYA GUE BEBAS!!! GUE DOAIN TUCH MAKHLUK YANG LAMA TINGGAL DI RS. BIAR GUE BISA DAPET PARTNER CANTIK NAN BAHENOL NERKOM DAN…


Tanpa sadar, ada yang menepuk bahu Bakwan dari belakang…

Komisaris : (sambil berdehem) Ehem, ehem. Saya seperti mendengar, ada yang minta partner baru ya? Dan minta partner cantik nan bahenol nerkom dan bla bla bla itu ya?

Bakwan : Ehehehe… nggak kok. L kerjanya bagus. Cuma, sekarang khan lagi di RS. Terus… ehm… (mencoba-coba mencari alasan) saya tidak bisa kerja sendiri. Jadi… ehm… cariin partner lagi yang baru dong, pak. Sementara aja, ya? (sambil memain-mainkan jarinya di tangan Komisaris)

Komisaris : (otomatis uppercut) DASAR HOMO!!! GAK ADA L, GUE JUGA MAU DIEMBAT!

Polisi : (terkagum-kagum) Wuoooh… Ada Bakwan lagi terbang ke angkasa…. Hebaaaat!!! (tepuk tangan berjamaah)


Bakwan mengangkasa selama lebih dari 45 detik (bravo!)

 Bakwan : (mengalami tekanan 6 G) UOOOOOH… OH, S######TTTT!!!

L : (terlentang santai di kasur) Hari yg indah, matahari bersinar terang, burung-burung berkicau. Dan sebuah meteor mengarah padaku… METEOR???


JLEGUUUUUUUUUURRR…!!! (Gambaran : Bom atom meleduk di Hiroshima-Nagasaki, membentuk awan cendawan)

L : BAKWAN BANGS#####TTT!!! KUNY####K!!! KUY#######!!!… (semua saudara ragunan dikeluarkan)
Posting Komentar

Postingan Populer