Kasus yang Ditangani oleh L Part 7

Semakin banyak saja yang hadir di kediaman Alm. Galerian tersebut. Ada Inspektur Bakwan, L, Supitsu, Om Irye, Nn. Snow, Ny. Tarou, kak Areen dan ada juga, kak-redok. Karedok leunca, iya! Dan juga seperti yang kita ketahui bersama, interogasi tidak berjalan dengan mulus -semulus gitar Spanyol, gitu- karena banyaknya “gangguan-gangguan” yang tidak diharapkan.

Tarou : Zilakan doedoek, Meneer Irye (sambil menunjuk ke arah salah satu sofa).

Irye : Terima kasih, Ny. Tarou karena telah mengizinkan saya du… (tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing lagi) BROOOT… (sambil menahan malu karena diliatin orang-orang sekitarnya) Oops, sepertinya itu suara kursinya. Maaf, maaf!

Tarou : Ja, Ik djoega taoe. Itoe memang zoeara koerzinja (juga duduk di salah satu sofa dan…) BROBOOOT POT PRET DUUT PSSS… (seketika yang ada di dalam inisiatif menutup lubang hidungnya karena “wangi parfum” ajaib itu)


Dan Bakwan pun segera melanjutkan kembali acara tanya jawab Klopencapir IA. Dimulai dari Ny. Tarou.

Bakwan : Baik, Ny. Tarou. Apa yang anda kerjakan dari jam 9 malam sampai jam 5 pagi tadi?

Tarou : Zeperti jang zoedah didjelazkan oleh zekretariz Ik, bahwa memang djam 9 mizoea Ik keloear roemah karena meraza terganggoe dengan atjara gitar-gitaran Ik poenja anak. En tidak tanggoeng-tanggoeng oentoek memboebarkannja, Galerian menggoenakan cara jang paling “lemboet” jaitoe dengan melemparkan gaz air mata ke arah keroemoenan (sarap, dach). Tapi Ik tidak zetodjoe…

Bakwan : Karena anda sayang sekali dengan anak anda dan takut dicecar oleh Komisi Perlindungan Anak, gitu?

Tarou : Nei nei nei, itoe zalah. Djoestroe Ik menjarankan agar zebaiknja dengan tjara jang lebih “indah” lagi, jaitoe menembakkan mortir ke arah keroemoenan (edaaan…). En zeketika hoejan mortir hingga menerbangkan Ik poenja anak ke ataz (Supitsu : GLEGAAAR!!! OW… OH, SHIIIIIIT!!!) en ber-toz berzama : Yippie-kay-yea, m***** f*****!

L : Ya, memang itu cara mendidik anak yang tepat. Jadi ingat waktu kecil dulu, kalo gue bandel, biasanya disundut puntung rokok n muka disilet. Dan ayah pun berkata “Darah itu merah, jenderal!” seraya menyanyikan lagu “Genjer-genjer” (paraah…)

Bakwan : Pantas. Hasilnya jadi ancur berantakan kayak gini. Madesu amat, kau L. Teruskan, Ny. Tarou!

Tarou : Zetelah itoe, Supitsu ngambek. Laloe ia berkata “I’ll be back” en langsoeng keloear menoejoe garazi, mengambil troek trailernja en mengedjar Ik ploez Galerian, berniat ingin melindaz…

Areen : Dan saat itu, saya melihatnya dan langsung ber-henshin ria menjadi Jungle Princess Areen nan sexy n bahenol (TRIPLE WOW!!!), kemudian bergelantungan menyelamatkan Boss dan istrinya. Saat itu, saya ingat tiba-tiba ada backsound mengiringi aksi spesial itu : George, George. George of the Jungle, swinging from the tree. (Aaaaa…) Watch out for the trees… GABRUK! En sukses “mencium” batang pohon yang melintang.


Dan semua menggeleng-gelengkan kepala (leng geleng geleng geleng geleng geleng geleng…) mendengar cerita yang “wah” itu.

Areen : Supitsu makin menggila (emang udah gila dari sononya, hehehe), mengejar-ngejar kami bertiga. Lalu kami melompat ke mobil Pontiac hitam, menyalakan mesinnya dengan mengucapkan kata sandi : KITT, LET’S GO! yang dijawab “OK, Michael!” (doh! Lagi-lagi film jadul)

L : Wah, ceritanya makin seru aja (sambil duduk yang manis dan mengambil wadah yang isinya popcorn di atas meja).

Tarou : Adoeh, Ik loepa kazih taoe. Popcorn jang ada di ataz medja itoe azlinja bekaz makanan koetjing (dan langsung dilepeh L abis-abisan)

L : PWEH PWEH PWEH… KENAPA GAK DIKASIH TAU DARI TADI?


Tiba-tiba bunyi HP berdering “Bang, SMS siapa ini bang?” Semua melirik ke arah Snow yang buru-buru mengangkat telpon itu karena menahan malu (mana kenceng lagi disetel musiknya).

Snow : Aduh, maaf. Ini sebenarnya HP-nya pak walikota (berkata jujur yang membuat yang lain melirik ke arah Irye yang gantian jadi mokal). Ya, halo? Oh, nyari bapak ya? Tunggu sebentar…

Irye : Iya, halo…?

Suara 1 : (sambil menjulurkan lidah) WHAZZUUUUUP… YO! PICK UP THE PHONE, MAN!

Irye : Ha, halo…?

Suara 1+2 : (juga menjulurkan lidahnya) WHAZZUUUUUP… YO, DOOKEY! PICK UP THE PHONE!

Suara 3 : Halo?

Irye : (juga menjulurkan lidahnya) WHAZZUUUUUP…

Suara 1+2+3 : WHAZZUUUUUUUUUUUUUP…

Irye : (ikut-ikutan) WHAZZUUUUUUUUUUUUUP…. (yang langsung membuat semua orang memandang jijay ke arah Irye, berusaha menjauhkan diri masing-masing) WHAT???


Siapakah gerangan 3 orang yang menelepon walikota Irye? Apakah ada hubungannya dengan kematian Tn. Galerian? Misteri apa lagi yang menunggu cerita ini selanjutnya? Bagaiman… (KRIIIIING) Oh, tunggu. Ada telpon. Halo…?

Suara 1+2+3+Irye : WHAZZUUUUUUUUP….

Penulis : WHAZZUUUUUUUUUP… (jadi ikut-ikutan gila)

Yup! Koment2 yg sangat membantu dari Bakwan, Supitsu, Snow, Areen, Yourenzi, Irye, Tsuzuki-sensei (halo, brur!), Slazh_aja, n Febri. Berkat kalian, gue akhirnya bisa meneruskan kembali cerita ini dgn tetap berada di jalan kebenaran (backsound : HIDAYAH…) N spesial juga thanks buat slazh_aja yg udah nge-PM gue soal ide2 baru buat lanjutan cerita ini. Thanks, man! Akan gue pertimbangkan usulan “parah” dari loe. Tapi kenapa gak sekalian requestnya di topik ini aja? Biar kita bisa baca bersama2. Kata Aa, betul tidak? (Anak2 IA : GO TO HELL, M***** F*****!)
Posting Komentar

Postingan Populer