Kasus yang Ditangani oleh L Part 11

Di episode terakhir, diceritakan Slash_aza menemukan suatu benda yang bisa dijadikan barang bukti di rumah kediaman Areen. Penasaran nasib apa yang akan terjadi pada ketiga detektif nekat itu? Yuk, mari…

Slash_aza : Akhirnya… (terharu) Berhasil juga menemukan barang bukti

Areen : (wajah ceria) Selamat, selamat! Akhirnya sukses juga ya!

Slash_aza : (ikut terbawa ceria) Iya! Kakus, eh sorry! Kasus yang tidak bisa ditangani oleh semua detektif di dunia ini. Termasuk Sherlock Holmes, Hercule Poirot, Edogawa Conan, L, Elliott Ness, sampe Roy Suryo (ngaku-ngakunya sich detektif maya alias dedemit maya) tidak memecahkan kasus terhebat ini. Tapi tidak ada yang bisa menandingi kehebatan kami bertiga, hyohohohohohoho… (mengkhayal berdiri di podium kantor Interpol, menerima penghargaan & dielu-elukan oleh banyak orang) Iya. Makasih, makasih… (sambil tertawa-tawa sendiri layaknya penghuni RSJ Cilendek)

Areen : (terus memuji-muji) Iya! Memang hebat… Boleh saya lihat barang buktinya? (dengan mata berbinar-binar)


Slash_aza : (terbius bujuk rayu Areen) Boleh, boleh… Ini barangnya…

Ouja : (mencoba menyadarkan) Ja…ngan… Jangan diberikan benda itOOOOOAAACCKKKHHH… (dibungkam Areen dengan jurus Tendangan Maut)

Yamiryu : (juga mencoba hal yang sama) Jangan, Slash… Itu… (berpikir kembali apa yang akan diucapkan, melihat ke arah Ouja yang sudah menuju sakaratul maut, mencoba mengerti apa yang Ouja ingin sampaikan, menyambungkan pesan Ouja ke dalam otaknya, melakukan proses decoding, dan sebagainya yang jelas-jelas gak akan beres-beres sampe lebaran monyet)

Areen : (mengunakan jurus bujukan setan) Makasih. Sungguh kamu baik sekali, kyuuuunnn… (langsung memeluk Slash_aza dengan “mesra”)

Slash_aza : (seolah bertemu surga) Aaaah… sugoiii… sugoi… suGOOOAAACCCKKKHHH… (baru sadar kalo ternyata dia masuk dalam perangkap Pred-Areen, dibaca predalien)

Areen : Hyohohohohohoho… Senang ya kalo dapet peluk-peluk dari daku! Hyohohohohoho (seketika suara berubah dari gadis manis menjadi suara dari alam ghaib)

Penulis : (ikutan merinding juga kalo teringat jurus kebanggaan Areen, peyug-peyug spesial dari alam ghaib, namun seketika juga ketauan oleh Areen & langsung “dipeyug-peyug” sampe puas)

TIDAAAAAAAAAAAAKKKKKK… !!!

Trio rider mengalami nasib yang sungguh naas di tangan Areen. Untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Layaknya masuk kandang singa betina lapar dengan menempelkan daging segar di sekujur tubuh. Atau berenang gaya bebas di sungai penuh buaya lapar. Atau menyelam ke kolam renang yang dipenuhi gergaji mesin dua bilah. Atau mencoba menyumbat lubang hidung dengan crazy glue. Atau membersihkan seluruh kamar mandi di Grand Central Station dengan lidah. (Hmmmm, kok gue jadi teringat satu lagu “indah” itu ya?) Namun tentu saja trio rider itu tidak sampai meregang nyawa. Tentu saja tidak! Karena penulis belum banyak memberikan petualangan berbahaya lainnya kepada tiga jagoan karbitan itu. Ketika mereka tersadar, mereka sudah berada dalam kantor polisi & tersimpan rapi dalam bentuk sachet (kok sachet?) Mereka memeriksa dengan seksama sekujur tubuh, mencari kalo-kalo misalnya tangan pindah ke atas atau pantat di kepala. Ternyata semua utuh & pada tempatnya! Untunglah. Kecuali satu… mereka lupa kalo ternyata pakaian yang mereka kenakan sudah tidak ada & (lebih parahnya lagi) berada di kantor polisi pada jam sibuk serta banyak gadis tidak berdosa harus melihat yang dilarang oleh UU Pornografi & Pornoaksi. Ah, ureshii na…

Setelah mencoba menyelamatkan muka (& juga nyawa mereka dari amukan gadis-gadis yang merasa matanya tercemar polusi pemandangan itu), trio rider perkasa nan gagah itu (?) dipanggil komisaris ke kantornya. (Kita skip aja adegan ngamuk-ngamuknya komisaris karena mokal setengah mati)


Komisaris : Jadi, gimana hasil penyelidikan kalian terhadap tersangka yang bernama Areen?

Slash_aza : Jadi begini, boss…

Komisaris : (menempelkan telunjuk ke bibirnya) Sssst… kalian mendengar sesuatu? Sepertinya di ruangan ini ada yang bicara. Tapi tidak ada wujudnya (menengok ke bawah) Ooooh, kamu toch (lagi-lagi gini lagi… *geleng-geleng kepala*)

Ouja : Biar saya yang berbicara, boss. Jadi begini… (mencoba berpikir cukup lama, mengernyitkan dahi, mengetuk-ngetukkan jari di dahi, tidak lupa ngupil-ngupil) Wah, saya lupa apa yang terjadi di sana ehehehehehe (tawa tak berdosa)

Komisaris : (geleng-geleng kepala) Mending dari kamu aja, Yamiryu!

Yamiryu : (ternyata sedang di alam mimpi, sambil tersenyum sendiri. Ngigau gak jelas memanggil nama seorang gadis lalu memeluk komisaris dengan gemasnya yang tentu saja mendapat bogem mentah gratis dari komisaris. Mungkin dia lagi mimpi kawin)

Komisaris : (menghela nafas, menggeleng-gelengkan kepala) Mending dari kamu aja, Slash_aza!

Slash_aza : Sebenarnya saya berhasil mendapat barang buktinya. Tapi sayangnya termakan mentah-mentah bujuk rayu tersangka, menyerahkan barang bukti kembali, & kemudian saya tidak ingat apa-apa sampe akhirnya tersadar di sini dalam kondisi yang itu tadi

Komisaris : (menghela nafas, menggeleng-gelengkan kepala, mencabuti rambut yang ada di kepala botaknya) NO HOPE!!!

Komisaris kemudian mengarahkan trio semprul itu ke rumah tersangka berikutnya yaitu kediaman Galerians sendiri untuk menanyakan kepada istri korban & juga anaknya. Ketiga rider itu berangkat, menggunakan motor ridernya (alias sepeda bersadel tiga), bernyanyi tralala-trilili, menggoyang-goyangkan kepala ke kiri-kanan sambil mengucapkan “alhamdulillah, alhamdulillah…”. Sepanjang perjalanan, mereka menemui banyak rintangan. Terkena macet, mengayuh di tanjakan 45 derajat, menelusuri turunan tajam tanpa rem sekalipun, diserempet metromini sampe terjun ke jurang. Tapi mereka berhasil juga sampai di kediaman Galerians.

Lalu, apa yang akan terjadi di rumah korban? Petualangan apalagi yang akan dialami ketiga pahlawan kita ini? Keganasan-keganasan apalagi yang akan mereka dapatkan? Don’t miss it! Same time, same channel…
Posting Komentar

Postingan Populer