Kasus yang Ditangani oleh L part 6

Sang penyelamat tiba! (tet tet tetet)… Hormat pada Yang Mulia! (Oops, salah setting) Ya, sang penyelamat telah tiba. Dia datang dari luar angkasa, untuk menyelamatkan seluruh penghuni rumah Galerian (termasuk juga penulis sendiri) dari amukan sang makhluk durjana Bakwan. Demi membela cinta dan keadilan, Sailormom n Sailordad!!! 

Cosplay sebagai Sailormom = Snow (WOW!)

Cosplay sebagai Sailordad = Irye (HOEEEEKKK…)

Sailormom : Jangan takut, kami datang untuk membasmi kejahatan dan keangkara murkaan. Aku, Sailormom!!! (sambil memberikan senyuman cute yang bikin semua laki-laki jatuh pingsan)

Sailordad : Sama dech, kayak Sailormom. Ughu… (juga memberikan senyuman “cute” sambil goyang pat-pat nan aduhai yang bikin semua orang muntah berjamaah)

Dan semua yang ada di rumah itu pada bengong, tak tahu harus bicara apa. Semua rasa ada; ada manis, asem, asin (Hmm, nano-nano). Senang liat Snow dengan kostum sailor yang ehem, sexy bo! Dan juga nahan pengen muntah liat Irye dengan kostum sailor yang jijay abiiiissss…

Bakwan : Oh, nona Snow. Dan pak waliko… (menahan tawa) ta… (mulai gak tahan) Iry… Gyahahahahahaha… (Irye : Puas! Puas!) Waduh, parah amat dach dandanan pak walikota! (dan semua ikut tertawa, hahahahaha)

Irye : (menyanyi) I started to cry, when started the whole world laughing… Puas!!! (dan langsung mencampakkan kostum najis trilili itu ke tanah)

L : Siap, pak walikota! Kami di sini sedang menyelidiki kasus pembunuhan terhadap Tn. Galerian. Dan sejauh ini, sudah ada 3 orang saksi. Yaitu anak laki-laki korban Supitsu (Supitsu : That’s me!), istri tua korban Tarou van Houten (Tarou : Ik bukan merk tjoklat!) dan sekretaris korban Areen (Areen : Yeah! Come to momma, baby)

Irye : Oh, mati ya. Syukur dech! Kota kita jadi aman sentausa kerana encik Galerian …

Snow : Psst, pak walikota jangan jujur ngaku gitu dong. Ingat pak, wibawa!

Irye : Iya, saya juga tahu. Buku udah saya bawa (Snow : Yeh, bolotnya kambuh). Yah, saya juga turut berbelasungkawa atas kematian suami anda, Ny. Tarou (memegang tangan sang “Nyonya”)

Bakwan : Ehm, itu bukan tangan Ny. Tarou pak! Itu tangan saya sendiri (seketika melepas jabatan tangan Irye dan langsung disterilisasi, takut kena virus Ebola)

Irye : (jaga gengsi) Ehem, ya… maksud saya, tolong sampaikan jabat tangan saya kepada Ny. Tarou.

L : Pak walikota emang pinter, pinter ngeles.

Snow menoleh ke arah Bakwan, Bakwan pun menjadi salting. Hatinya berbunga-bunga, serasa melayang bagaikan terbang ke awan. Lalu ia menyuruh para anak buahnya, segera memainkan lagu kesukaannya. Dan irama Bollywood pun mengalun, dung tarak dung dut. Dan Bakwan pun bergaya ala Se Rok Kan (plesetan Shah Rukh Khan)

Bakwan : Tumpah teu bahe… (n the gals sez : Aaaah, aaahh…) Tumpah teu bahe, nginuman jahe. Aduh eta jahe jahe, asa bau wc… (langsung menggapai batang pohon dan berputar-putar, laksana kisah Shah Rukh Khan n Kharisma Kapoor)

Snow : (agak terbata-bata) Ehm, anu… mas Bakwan, itu… aku senyum soalnya… resleting celana mas kebuka. (GABRUUUK!!!)

Bakwan pun mokal abis, salah sangka. Serasa terbang ke awan, lalu nyungsep sep ke dalam comberan (Bakwan : egh, dalem amat!). Merasa seperti ajang kontes musik anak-anak muda berbakat (seperti contohnya, Indoanime Idol atau Selebritis Mendadak Kentut), Irye pun tidak mau kalah untuk beraksi. Kali ini, dia berdandan metal ala Ozzy Osbourne (Duh, mending jangan dibayangin dech hasilnya). Pakaian serba hitam, tapi jangan disamain ama Bapak Leo. Penampilan rada sangar, bisa bikin orok nangisnya bujubuneng. Lalu, dia pun naik ke atas panggung.

Irye : (dengan suara ala rocker) HALOOO… APA KABAR, DUNIA? One two three, ROOOOCKKK… (musik dark gothic mengalun dahsyat, menyayat-nyayat kuping siapa pun yang mendengar) HEYAAAAAGHHH… (Irye menggeram) (kemudian masuk pada permainan gitar listrik yang mencabik-cabik, membentuk intro yang maut) … GWAAAAHHH… suwe ora jamu, mas. Jamu… (langsung ditimpukin penonton yang merasa kecele berat)

Semua : Lagu apaan tuch? Turun, turun!

Irye : Boleh dong! Ini khan namanya improvisasi. Kenapa? Katro! Kalo gak suka, ta’ sobek-sobek mulutmu… (penonton kecewa dan langsung berhamburan ke atas panggung, ngejar Irye yang lari terbirit-birit)

Snow : That was absolutely disgusting show I ever see in my life (Arti : Jijay amat dech, bo!)

Bakwan dan Irye telah beraksi dengan “sukses” dihujat massa. Kali ini giliran L yang berusaha merayu Snow. Dengan dandanan sopan santun tertutup seluruh aurat (emang si L punya aurat?), bedak tebel buat nutupin bekas codet di mana-mana (Preman, mas?). Di depannya ada dua pilihan, gitar bolong dan sebuah kecrekan. Dan ternyata L lebih memilih kecrekan karena dia adalah bencong salamah (Suer, gue melihat dengan mata kepala sendiri fenomena baru ini)

L : (dengan gaya sok tengil n suara cokri yang naujubilah min dzalik) Aku tak mau kalo aku dimadu, oy oy! Permisi, om! Tante! Eike mau ngamen nich. Eike… (berganti suara cokro) WOY!!! SIAPA YANG COLEK-COLEK PANTAT GUE?

Dan ternyata yang mencolek adalah para petugas kamtib yang sedang melakukan razia waria n bencong Taman Lawang. So pasti L pun juga lari terbirit-birit, takut digelandang ama aparat. Supitsu nggak mau kalah juga. Dia berdandan dan bergaya ala idola para remaja Backstreet Boys. Terutama, pengen kayak Nick Carter. Rambut belah pantat licin n klimis dengan dandanan sok gaul abis. 

Supitsu : Tell me why…. Coz I want it that wa-HEGH… (langsung ditarik keluar pake kait tongkat di lehernya)

Tarou : Je anak ketjil. En tidak pantaz itoe ngerajoe-rajoe Znow. Dazar botjah ingoesan! (Lalu menyeret keluar Supitsu, kembali ke “alam”nya)

Dan satu lagi ingin ikutan kontes (sekalian nyari mati, kali ya). Tak lain dan tak bukan, ia adalah…

Galerian : (sok nyanyiin lagunya Romeo) Bila nanti aku mati, sesungguhnya kuingin mati bersamamu…. Bersamamu…

Snow : (teriak histeris) KYAAAAA…. ARWAH TIDAK DITERIMA DI LIANG KUBUR!!!

Semua : LOE UDAH MATI, NGAPAIN IDUP LAGI??? (dan langsung di”bantai” untuk kedua kalinya secara massal)

Begitulah, kawan-kawan! Nasib tragis dari 2 cowok, 1 bencong, 1 bocah, n 1 mayat hidup (Hiiiy!!!) dalam upaya merayu Snow. Tentu saja, yang gigit jari kali ini adalah Ny. Tarou n Areen karena dicuekin n gak dapet peran. Tapi buat para penggemar Ny. Tarou n Areen, tunggu saja kisah selanjutnya! Karena mereka pasti (dan harus pasti) akan hadir kembali, menemani kalian semua. Karena… GUE DIANCAM MEREKA BERDUA PAKE GOLOK!!! HELP, ANYBODY!

INGAT! : Serangan jantung, impotensi, dan kelainan pada janin dapat menyebabkan anda merokok. Kembali ke laptop!

Kembali, gue pengen ngucapin thanks yg seberat2nya, n bukan sebesar2nya buat Tarou, 4reen, Supitsu, Febri, Slash_aza, n Bakwan yg dgn senang hati memberi koment utk cerita sebelumnya. Dan juga utk yg lain yg udah atau memberi koment atas terciptanya fanfic kacrut ini. Membuat org lain tertawa itu adalah ibadah, tapi jangan dibolak-balik ye! Daag!
1 komentar

Postingan Populer